
Dalam industri pangan modern, pengemasan aseptik telah menjadi sarana penting untuk menjamin keamanan pangan, memperpanjang umur simpan, dan meningkatkan nilai produk. Kantong kemasan aseptik adalah pembawa inti dari teknologi ini, dan pentingnya teknologi ini sudah terbukti dengan sendirinya.
Inti dari tas kemasan aseptik terletak pada teknologi pengemasan aseptiknya, yaitu mengemas makanan yang sudah disterilkan dalam lingkungan yang steril dan menyegelnya dalam wadah yang sudah disterilkan. Proses ini perlu dilakukan dalam lingkungan dengan pengendalian kontaminasi mikroba yang ketat untuk memastikan bahwa makanan tidak terkontaminasi bakteri setelah pengemasan, sehingga memperpanjang umur simpan makanan.
Sterilisasi merupakan langkah awal dalam pengemasan aseptik, biasanya menggunakan metode sterilisasi suhu tinggi atau sterilisasi kimia. Sterilisasi suhu tinggi membunuh mikroorganisme dalam makanan dengan cara memanaskannya sampai suhu tertentu dan menyimpannya dalam jangka waktu tertentu. Sterilisasi kimia menggunakan disinfektan kimia untuk mendisinfeksi permukaan makanan.
Lingkungan yang steril adalah kunci pengemasan aseptik. Selama proses pengemasan, perlu dipastikan bahwa seluruh area operasi, bahan pengemas dan makanan itu sendiri dalam keadaan steril. Hal ini biasanya dicapai melalui peralatan seperti filter udara efisiensi tinggi, desinfeksi ultraviolet, dan meja operasi steril.
Penyegelan adalah langkah terakhir dari pengemasan aseptik. Makanan yang telah disterilkan dikemas ke dalam kantong kemasan yang telah disterilkan sebelumnya, dan mulut kantong kemasan ditutup menggunakan teknologi penyegelan khusus. Langkah ini memerlukan jaminan bahwa bagian dalam kantong kemasan benar-benar terisolasi dari luar untuk mencegah kontaminasi ulang oleh mikroorganisme.
Pemilihan bahan tas kemasan aseptik sangat penting untuk kinerjanya. Bahan berkualitas tinggi tidak hanya memberikan sifat penghalang yang baik, namun juga memastikan rasa dan nilai gizi makanan tetap tidak berubah untuk waktu yang lama.
Bahan dengan penghalang tinggi merupakan komponen utama kantong kemasan aseptik. Bahan-bahan ini biasanya memiliki permeabilitas oksigen dan permeabilitas kelembapan yang rendah, yang secara efektif dapat mencegah oksigen dan kelembapan masuk ke dalam kantong kemasan, sehingga memperpanjang umur simpan makanan. Bahan penghalang tinggi yang umum termasuk film aluminisasi, aluminium foil, dan film ekstrusi bersama multi-lapis.
Kantong kemasan aseptik harus tahan terhadap tekanan dan pelipatan tertentu selama pengangkutan dan penyimpanan. Oleh karena itu, pemilihan bahan yang tahan terhadap lipatan dan tekanan sangatlah penting untuk menjamin keutuhan kantong kemasan dan keamanan makanan. Bahan umum yang tahan terhadap pelipatan dan tekanan termasuk polietilen (PE), polipropilen (PP), dan poliester (PET).
Dengan meningkatnya kesadaran lingkungan, semakin banyak konsumen yang mulai memperhatikan kinerja lingkungan dari tas kemasan aseptik. Memilih bahan yang dapat terdegradasi atau didaur ulang tidak hanya dapat mengurangi pencemaran lingkungan, namun juga meningkatkan tanggung jawab sosial perusahaan. Bahan ramah lingkungan yang umum termasuk plastik biodegradable, bahan kertas, dan plastik daur ulang.
Kantong kemasan aseptik banyak digunakan dalam pengemasan berbagai makanan dan minuman karena sifatnya yang unik. Berikut adalah beberapa area aplikasi utama:
Produk susu adalah salah satu area penerapan penting tas kemasan aseptik. Pengemasan aseptik dapat secara efektif memperpanjang umur simpan produk susu dengan tetap menjaga rasa dan nilai gizinya. Kantong kemasan aseptik yang umum untuk produk susu meliputi kantong susu, kantong yogurt, dan kemasan keju.
Minuman jus juga merupakan area aplikasi umum untuk kantong kemasan aseptik. Pengemasan aseptik dapat mencegah nira terkontaminasi mikroorganisme selama proses pengemasan sehingga kesegaran dan rasanya tetap terjaga. Kantong kemasan aseptik yang umum untuk minuman jus meliputi kantong jus, kantong ampas, dan kemasan jus pekat.
Bumbu seperti kecap, cuka dan saus juga sering dikemas dalam kantong kemasan aseptik. Pengemasan aseptik dapat secara efektif mencegah bumbu memburuk selama penyimpanan dengan tetap menjaga rasa dan rasanya.
Selain area penerapan di atas, kantong kemasan aseptik juga banyak digunakan dalam kemasan makanan lain, seperti daging, sayuran, buah-buahan dan makanan yang dipanggang, dll. Makanan ini dapat menjaga kesegaran dan nilai gizinya di bawah perlindungan kemasan aseptik. , sehingga memenuhi kebutuhan konsumen.